Sejarah Asal Usul Desa Mangir

  23 Maret 2017  |  DESA MANGIR

Sejarah Asal Usul Nama Desa Mangir

Sejarah merupakan sebuah kisah kuno yang terjadi bertahun-tahun bahkan berabad-abad lamanya yang memiliki makna sangat penting akan terjadinya atau berdirinya sesuatu tempat, kampung, desa bahkan suatu kerajaan. Forum Komunikasi Pemerhati Seni dan Budaya Desa Mangir dengan bersumber dari sesepuh pinisepuh Desa telah menetapkan asal usul desa Mangir yang tertian dalam Buku GAP DINEMA (Gebyar Angklung Paglak Dina Dadine Mangir), secara singkat sejarah Asal Usul Desa Mangir dapat dikisahkan sebagai berikut.

Dikisahkan dari seorang perempuan bernama NURNINGSIH yang merupakan isteri dari WILABRATA (adik Prabu Tawang Alun) yang tinggal disebuah hutan belantara. Dalam usianya yang kedua puluh lima tahun NURNINGSIH melahirkan seorang bayi laki-laki yang elok rupa pada Hari Sabtu Wage tanggal 04 Juli tahun 1829 Masehi disebuah gubuk kecil ditengah rerimbunan pepohonan yang terletak disekitar sumber (mata air) yang sangat bening dan jernih yang keluar dari sela-sela pepohonan salak, sehingga akhirnya dikenal masyarakat sekitar dengan sebutan daerah SUMBER SALAK (tepatnya belakang Balai Desa Mangir sekarang).

Hari berganti bulan dan bulanpun berganti tahun, sang bayi putra NURNINHGSIH pun beranjak dewasa, dengan bergelar KI AGENG HAJAR MANGIR yang merupakan leluhur masyarakat Desa Mangir. KI AGENG HAJAR MANGIR yang masih keturunan Kesatria, beliau menunjukkan kewibawaan dan kemahiran dalam setiap bidang ilmu pengetahuan mulai tekhnik-tekhnik bercocok tanam atau bertani, olah kanuragan, tata kepemerintahan, spiritual ketuhanan, bahkan sampai dengan ilmu pengobatan, dan terkenal pula dengan sifat-sifat mulianya yaitu penyantun, penyabar dan penuh kebijaksanaan.

Sebutan KI – AGENG – HAJAR – MANGIR itu sendri dapat diartikan sebagai berikut:

1. KI berasal dari kata Aki atau Kakek yang menurut masyarakat Desa Mangir berarti Kakik atau Buyut yaitu orang yang dituakan.

2. AGENG yang berarti Agung atau Besar atau Berwibawa yang bermaksud seseorang yang mempunyai kelebihan dari orang-orang pada umumnya.

3. HAJAR yang berarti Ngajar / Mulang / Muruk, artinya seseorang yang mempunyai kemampuan dalam membimbing dan membrikan ilmu pengetahuan kepada orang lain.

4. MANGIR yang berasal dari nama sebuah kayu yang banyak tumbuh disekitar kediamannya yakni pohon Mangir yang berarti Mahir atau ahli, dimana kemahiran atau keahlian itu sendiri berasal dari kemahiran atau keahlian yang dimiliki Ki Ageng sendiri dalam berbagai ilmu pengetahuan yang dimiliki seperti tersebut diatas. Kayu Mangir itu sendiri mempunyai ciri-ciri kulit pohon berwarna coklat, daging kayunya putih, daunnya kecil mengandung busa, pohonnya tinggi besar biasa dipergunakan berteduh bagi orang-orang yang kehujanan dan kepanasan (ini mengandung makna filosofis bahwa Ki Ageng Hajar Mangir sebagai tempat orang sekitar untuk tempat bertanya untuk memecahkan segala macam problema permasalahan kehidupan, mulai berguru, belajar sampai dengan berobat).

Ketenaran dan kemasyhuran KI AGENG HAJAR MANGIR semakin hari semakin meluas seantero Blambngan, sehingga tak ayal banyaklah orang yang dating untuk berguru, berobat, meminta nasihat, sekedar ingin tahu bahkan ada juga yang ingin menjajal ilmunya yang menantang bertarung dan adu kesaktian. Tapi beliau selalu menanggapinya dengan lembut dan penuh bijak, selama masih bisa diajak diskusi dengan baik-baik, tetapi apabila sangatlah terpaksa dan dalam keadaan terjepit, maka beliau baru melayani dengan bertarung yang sampai pada akhirnya, musuh-musuh itu menjadi prngikut setia beliau.

Melihat semakin banyaknya warga yang datang dan berada disekitar gubuk padepokan beliau disekitar Sumber Salak, maka disuatu ketika tepatnya tanggal 16 Agustus 1854, KI HAJAR mengajak warga untuk membuka hutan disekitar untuk dijadikan pemukiman, dimulailah pembabatan hutan yang masih angker dan lebat itu sehingga tak sedikit warga yang jatuh sakit, baik sakit yang disebabkan karena kelelahan maupun sakit yang disebabkan oleh gangguan-gangguan makhluk halus. Semua berhasil diobati dan ditangani oleh KI AGENG, namun esok harinya ada lagi yang terkena sakit demikian seterusnya satu sembuh yang lainnya tertimpa sakit. Melihat hal seperti itu KI AGENG HAJAR MANGIR kemudian membuat sebuah azimat yang berupa sabuk yang diikatkan diperut sebagai penangkal berbagai macam gangguan diatas, dengan ijin Yang Maha Kuasa pengngkal azimat yang dibuat beliau benar-benar mustajab dan wargapun tidak ada lagi yang terkena sakit.

Berita yang sangat besar ini dengan mudah menyebar sampai keluar perkampungan Sumber Salak, dan akhirnya bertambah banyaklah orang luar yang dating kesana untuk meminta penangkal yang tersebut diatas, sehingga pada akhirnya perkampungan Sumber Salak semakin ramai dikunjungi orang luar dan akhirnya perkampungan itu dikenal dengan perkampungan KI AGENG HAJAR MANGIR yang sampai sekarang dikanal dengan DESA MANGIR, sedangkan azimat yang tersohor itu dikenal dengn SABUK MANGIR.

Demikian sekilas petikan cerita tentang asal muasal DESA MANGIR yang dihimpun oleh Forum Pemerhati Seni dan Budaya Desa Mangir yang tertuang lengkap dalam Buku Gelar Angklung Paglak Dina Dadine Desa Mangir, semoga ini semua menjadi khazanah budaya dan tambahan perbendaharaan baru dalam referensi Babad Blambangan.

Contact Details

  Alamat :   JL. SRIKUNTA NO.15 MANGIR - ROGOJAMPI KP : 68264
  Email : kantordesamangir1@gmail.com
  Telp. : -
  Instagram : @desa_seni_mangir
  Facebook : -
  Twitter : -


© 2019,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi