JUKNIS KEGIATAN HUT

  14 Agustus 2020  |  DESA MANGIR


I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Peringatan HUT (Hari Ulang Tahun) Kemerdekaan RI adalah pesta peringatan yang dilaksanakan oleh seluruh warga Negara Indonesia. Peringatan ini dilakukan untuk memupuk rasa nasionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai kepahlawanan. Berdasarkan semangat nasionalisme itulah maka masyarakat desa Mangir ikut tergerak menyemarakkan HUT RI ke-75.
Menindaklanjuti semangat HUT RI ke 75 tahun itu, Desa Mangir merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi, telah menggerakkan berbagai macam potensi desa yang mengarah kepada pengembangan Desa Mangir sebagai desa seni yang mencakup adat maupun tradisinya. Olah kreatifitas masyarakatnya sebagai subjek atau pelaku yang berperan dalam kemajuan desa yang begitu kuat dalam penjiwaan seni tradisi, menjadi indikator kuat menjadikan Mangir sebagai desa seni dan tradisi. Momentum pengembangan Desa Mangir sebagai desa seni dan tradisi, diantaranya melalui kegiatan Peringatan Kemerdekaan RI yang di dalamnya juga bertepatan dengan Hari Jadi Desa Mangir.
Peringatan Hari Jadi Desa Mangir yang selanjutnya disebut HARJAMA, adalah sebuah kegiatan memperingati kelahiran desa Mangir dengan tradisi bersih desa yang dilakukan secara turun temurun setiap tanggal 15 Agustus sampai 16 Agustus. Peringatan ini dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai adat dan tradisi, bersandar kepada nilai-nilai agama sebagai dasar berpijak dan penopang penggerak dalam berbagai aktivitas manusia. Nilai adat dan tradisi terbentuk dari olah rasa dan kreatifitas warga desa Mangir sebagai suatu gebrakan awal membangun desa yang lebih inovatif dan kreatif.
Bentuk gerakan awal dari pengembangan desa yang inovatif dan kreatif ini yakni melalui aplikasi kegiatan peringatan HUT RI ke-75 dan Hari Jadi Desa Mangir. Sehingga dengan adanya upaya tersebut Desa Mangir ke depannya mampu unjuk diri melalui kreatifitas yang dimiliki masyarakatnya dalam kegiatan-kegiatan peringatan Harjama. Adanya partisipasi warga ini juga diharapakan memperoleh output yang bermanfaat dan memberikan ikon khusus bagi masyarakat Desa Mangir khususnya sebagai desa seni berinovasi. Salah satu ikon seni yang menonjol dan identik dari Desa
Mangir yaitu “Sabuk Mangir”. Namun identitas yang melekat pada Desa Mangir tersebut bukan hanya semata-mata mendefinisikan Desa Mangir sebagai salah satu desa yang terkenal dengan jenis ilmu pelletnya. Dalam rangka membangun desa yang bersinergi, kreatif, dan inovatif ini, identitas “Sabuk Mangir” ini dapat dijadikan sebagai pengikat rasa bagi semua aspek masyarakat baik pemerintah, tokoh masyarakat, maupun seluruh warga dalam menjalin keselarasan visi untuk memajukan desa Mangir. Rasa yang selaras ini dapat disatupadukan menjadi komponen penting yang dibalut dalam satu tekad menjadi Tema Besar “Sun Iket Roso Kelawan Sabuk Mangir”.
Oleh karena itu untuk memberi petunjuk panduan pelaksanaan perimgatan HUT RI ke-75 di Desa Mangir, dibuatlah Juknis (petunjuk teknis) yang mengacu petunjuk dari Pedoman Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2020 Nomor B-492/M.Sesneg/Set/TU.00.04/07/2020 serta situasi COVID-19.
1.2 Tujuan
Tujuan dari Tema Besar “Sun Iket Roso Kelawan Sabuk Mangir” ini sebagai representasi diri dari Desa Mangir yang siap bergerak menjadi desa yang lebih aktif, bersinergi, inovatif dan kreatif melalui tradisi maupun seni yang berpotensi menjadi tolak ukur pengembangan masyarakatnya. Kalimat “Sun Iket Roso Kelawan Sabuk Mangir” ini juga sebagai tali kasih antara semua aspek masyarakat yang mendukung seluruh kegiatan desa khusunya bagi seluruh warga Desa Mangir baik dari segi tradisi, seni, dan toleransi.
1.3 Ruang Lingkup/ Sasaran
Ruang lingkup atau sasaran dari program kegiatan Peringatan HUT RI ke-75 sekaligus Harjama ini meliputi seluruh warga Desa Mangir.
II. TATA PELAKSANAAN
2.1 Rancangan Bentuk Kegiatan
Rancangan dari bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan pada peringatan HUT RI ke-75 sekaligus Harjama yaitu mengarah ke penggalian Desa Seni berinovasi serta pemberdayaan perempuan sebagai penggerak pembangunan desa. Beberapa rancangan bentuk kegiatan yang akan dilakukan yaitu juga berfokus pada setiap aspek yang berada di masyarakat seperti anak-anak usia sekolah, remaja, dan orang dewasa maupun orang tua.
Rancangan bentuk kegiatan ini dibuat sebagai wadah bagi seluruh masyarakat Mangir untuk bergerak aktif dalam Peringatan HUT RI dan Harjama sekaligus sebagai gerakan awal desa untuk unjuk diri melalui potensi-potensi yang dimilikinya baik dari sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Berikut beberapa rancangan kegiatan yang direncanakan :
1. Kegiatan Lomba-lomba
2. Hari Jadi Mangir (Harjama)
2.2 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan
2.2.1 Lomba-lomba
a. Lomba Bersih Kampung
Lomba Bersih Kampung adalah kegiatan yang diselenggarakan dalam upaya meningkatkan kualitas desa bersih dan sehat yang mengarah pada pembiasaan pola hidup sehat masayrakat.
Syarat dan Ketentuan Lomba
1. Diikuti seluruh RW di lingkungan desa Mangir
2. Waktu Penilaian Lomba Bersih kampung tanggal 23-25 Agustus 2020
3. Pengumuman pemenang tanggal 28 Agustus 2020, diumumkan melalui web desa samart kampung dan akun Isntagram @pemudamangir
Dengan kriteria penilaian, meliputi:
1. Kebersihan dan Keindahan
Kreterian Kebersihan dan Kesehatan dengan score 60%, meliputi:
a) Kebersihan dari bebas sampah lingkungan sekitar RT
b) kebersihan dan Kesehatan sanitasi di lingkungan RT
c) Penyediaan fasilitas umum sesuai standar pengamanan Covid-19
Kreterian Keindahan dengan score 40%, meliputi:
a) Tersedianya berbagai atribut semarak peringatan HUT RI, yang terdiri dari tersedianya bendera Merah Putih, umbul-umbul, lampu hias/lampion
b) Tersedianya lingkungan asri yang terdiri dari adanya penghijauan, kerapian tata jemuran
b. Lomba CIKABAM
Lomba CIKABAM (Cipta Kreasi dan Bakat Anak Muda) adalah ajang pengembangan kreasi seni yang meliputi seni tabuh kontemporer sebagai alat utama yang terdiri dari alat musik tradisional dan modern. Seni tabuh kontempoer ini dipadu dengan berbagai pengembangan unsur seni lain sebagai inovasinya. Keikut sertaan lomba dengan mengirimkan video sesuai dengan syarat dan ketentuan lomba.
1. Syarat dan Ketentuan lomba, meliputi:
a) Seluruh anak muda di wilayah desa Mangir
b) Peserta lomba secara berkelompok maksimal 15 orang
c) Inovasi bisa menyertakan unsur seni yang lain, semisal tari, menyanyi, dongeng/bercerita, puisi/teater, lukis, stand up comedy, dll
d) Durasi video 5 sampai 10 menit
e) Pendaftaran dimulai tanggal 7 Agustus sampai 11 Agustus 2020 pada koordinator lomba dengan follow akun Instagram @pemudamangir
f) Pengiriman video dimulai 10 Agustus sampai 25 Agustus 2020
g) Penilaian video dimulai tanggal 26-27 Agustus 2020
h) Pengumuman pemenang akan diumumkan melalui web desa smart kampung dengan alamat dan instgram @pemudamangir pada tanggal 28 Agustus 2020
2. Kreteria Penilaian meliputi
a) Pengusaan materi musical/lagu dengan score nilai 30%
b) Penjiwaan dan moralitas secara baik dan pas dengan scoor nilai 25%
c) Kekompakan grup dengan score nilai 20%
d) Kreatifitas tampilan dengan score nilai 25%
c. Olimpiade SLM
Olimpiade SLM (Smart lare Mangir) adalah ajang unjuk prestasi kemampuan akademis anak berusia sekolah tingkat dasar yang ada di wilayah desa Mangir. Kegiatan ini dengan mengali kemampuan pengetahuan dasar yang dimiliki anak sekolah usia tingkat dasar. Syarat dan Ketentuan Lomba meliputi :
1. Diikuti oleh siswa sekolah dasar baik SD/MI mulai kelas 4 sampai kelas 6
2. Masing-masing Sekolah/Madrasah mengirimkan 10 peserta baik putra maupun putri
3. Pelakasanaan olimpiade dilakukan secara daring dengan mengirimkan link ke operator Sekolah/Madrasah
4. Temu Teknik dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus 2020, menghadirkan 1 operator dari masing-masing Sekolah/Madrasah di Kantor desa Mangir dengan membawa nama-nama peserta
5. Materi lomba meliputi pengetahuan tentang nasionalisme, agama, dan seni adat/tradsi
6. Pelaksanaan seleksi lomba tanggal 19 Agustus 2020
7. Pengumuman hasil seleksi tahap 1 tanggal 20 Agustus 2020 akan diumumkan melalui web desa smart kampung dan akun Instagram @pemudamangir
8. Pelaksanaan lomba seleksi tahap 2 tanggal 21 Agustus 2020 akan diumumkan melalui web desa smart kampung dan akun Instagram @pemudamangir
9. Pengumuman pemenang lomba pada tanggal 28 Agustus 2020 melalui web desa smart kampung dan akun Instagram @pemudamangir
2.2.2 HARJAMA (Hari Jadi Mangir)
HARJAMA merupakam Hari Jadi Mangir yang diperingati setiap tanggal 16 Agustus oleh masyarakat Mangir sebagai kelahiran Desa Mangir. Kata “Mangir” berasal dari leluhur masyarakat Desa Mangir yaitu Ki Ageng hajar Mangir yang masih keturunan Kesatria. KI AGENG HAJAR MANGIR yang masih keturunan Kesatria, beliau menunjukkan kewibawaan dan kemahiran dalam setiap bidang ilmu pengetahuan mulai tekhnik-tekhnik bercocok tanam atau bertani, olah kanuragan, tata kepemerintahan, spiritual ketuhanan, bahkan sampai dengan ilmu pengobatan, dan terkenal pula dengan sifat-sifat mulianya yaitu penyantun, penyabar dan penuh kebijaksanaan.
Sebutan KI – AGENG – HAJAR – MANGIR itu sendri dapat diartikan sebagai berikut:
1. KI berasal dari kata Aki atau Kakek yang menurut masyarakat Desa Mangir berarti Kakik atau Buyut yaitu orang yang dituakan.
2. AGENG yang berarti Agung atau Besar atau Berwibawa yang bermaksud seseorang yang mempunyai kelebihan dari orang-orang pada umumnya.
3. HAJAR yang berarti Ngajar / Mulang / Muruk, artinya seseorang yang mempunyai kemampuan dalam membimbing dan membrikan ilmu pengetahuan kepada orang lain.
4. MANGIR yang berasal dari nama sebuah kayu yang banyak tumbuh disekitar kediamannya yakni pohon Mangir yang berarti Mahir atau ahli, dimana kemahiran atau keahlian itu sendiri berasal dari kemahiran atau keahlian yang dimiliki Ki Ageng sendiri dalam berbagai ilmu pengetahuan yang dimiliki seperti tersebut diatas. Kayu Mangir itu sendiri mempunyai ciri-ciri kulit pohon berwarna coklat, daging kayunya putih, daunnya kecil mengandung busa, pohonnya tinggi besar biasa dipergunakan berteduh bagi orang-orang yang
kehujanan dan kepanasan (ini mengandung makna filosofis bahwa Ki Ageng Hajar Mangir sebagai tempat orang sekitar untuk tempat bertanya untuk memecahkan segala macam problema permasalahan kehidupan, mulai berguru, belajar sampai dengan berobat).
Melihat semakin banyaknya warga yang datang dan ketika tanggal 16 Agustus 1854, KI HAJAR mengajak warga untuk membuka hutan di sekitar untuk dijadikan pemukiman, dimulailah pembabatan hutan yang masih angker dan lebat itu sehingga tak sedikit warga yang jatuh sakit. Sakit ini disebabkan karena kelelahan maupun sakit yang disebabkan oleh gangguan-gangguan makhluk halus. Semua berhasil diobati dan ditangani oleh KI AGENG, namun esok harinya ada lagi yang terkena sakit demikian seterusnya satu sembuh yang lainnya tertimpa sakit. Melihat hal seperti itu KI AGENG HAJAR MANGIR kemudian membuat sebuah azimat yang berupa sabuk yang diikatkan diperut sebagai penangkal berbagai macam gangguan diatas, dengan ijin Yang Maha Kuasa penangkal azimat yang dibuat beliau benar-benar mustajab dan wargapun tidak ada lagi yang terkena sakit. Berita yang sangat besar ini dengan mudah menyebar sampai keluar perkampungan Sumber Salak, dan akhirnya bertambah banyaklah orang luar yang datang kesana untuk meminta penangkal yang tersebut diatas, sehingga pada akhirnya perkampungan Sumber Salak semakin ramai dikunjungi orang luar dan akhirnya perkampungan itu dikenal dengan perkampungan KI AGENG HAJAR MANGIR yang sampai sekarang dikanal dengan DESA MANGIR sedangkan azimat yang tersohor itu dikenal dengn SABUK MANGIR.
a. Bersih Desa
Bersih Desa adalah ritual adat dan tradisi yang berkembang di desa Mangir. Kegiatan ini menjadi rangkaian acara dalam peringatan Harjama (Hari Jadi Mangir). Tradisi seni dan adat ini menjadi ruh aktivitas keseharian masyarakat, menjadi indikator kuat terciptanya Mangir sebagai desa Seni, adat/tradisi. Kegiatan ini sebagai upaya menjunjung tinggi nilai-nilai warisan budaya nusantara. Bersih Desa di desa Mangir dilaksanakan pada tanggal 15
Agustus sampai 16 Agustus dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat desa Mangir. Rangkaian Kegiatan Bersih Desa sebagai berikut :
Tanggal 15 Agustus 2020
1. Acara diawali dengan semarak riang kemauan masyarakat dalam menyambut Harjama dengan membunyikan suara angklung di berbagai penjuru desa/titik-titik yang ditentukan mulai pagi hari dengan sajian gending-gending Banyuwangi
2. Menjelang sore diperdengarkan sholawat dengan iringan angklung di berbagai penjuru desa/titik-titik tertentu yang diakhiri suara dari grup patrol yang terpusat di balai desa
3. Persiapan sholat magrib yang diikuti seluruh staf desa, tokoh masyarakat, dan panitia
4. Setelah Magrib dilakukan Ider Bumi mengelilingi desa dengan membawa oncor
Tanggal 16 Agustus 2020
1. Mulai pagi warga menyiapkan sajian hidangan selamatan Sekul Wuduk
2. Semaan Alquran di pusatkan di balai desa
3. Istigotsah di wisata alam Sumber Suci
4. Persiapan sholat magrib yang diikuti seluruh staf desa, tokoh masyarakat, dan panitia
5. Setelah magrib melaksanakan selamatan kampung yang dipandu dari masjid desa dengan sajian Sekul Wuduk
Pada tahun 2020, Harjama akan diperingati sebagai Hari Kelahiran Desa Mangir yang ke-166. HARJAMA ke-166 ini akan diisi dengan rangkaian kegiatan meliputi :
No
Tanggal Kegiatan
Jenis Kegiatan
Waktu Kegiatan
Peserta
Keterangan
1
15–16 Agustus 2020
Angklung
07.00-15.00 WIB
Petugas yang telah ditentukan
Ada 6 titik
1. Balai Desa
2. Tanggul
3. Depan Rumah
Pak Towok
4. Depan Rumah P. H. Atim Islam
5. Depan Mushola Mangir Barat
6. Wisata Sumber Suci
2
15-16 Agustus 2020
Musik Tradisi
15.30-16.30 WIB
HPPS
Kelompok Musik berkeliling di Desa Mangir Krajan
3
15 Agustus 2020
Ider Bumi
19.00-21.00 WIB
1.Perwakilan tokoh masyarakat
2. Staff desa
3. Panitia
Berkeliling di jalan desa dengan mengumandangkan dzikir
4
16 Agustus 2020
Khotmil Quran
05.00-15.00 WIB
Semua masjid di setiap dusun
Krajan berpusat di Balai Desa
5
16 Agustus 2020
Selametan Kampung/ Tasyakuran
18.00-19.00 WIB
Seluruh masyarakat
Menyajikan sekul wuduk
2.
RUNDOWN ACARA IDER BUMI
NO.
Bentuk Kegiatan
Waktu Kegiatan
Petugas
Keteranagn
I
OPENING CEREMONY
1. Pembukaan
2. Suluk pembukaan
3. Puji – pujian
4. Lontar
5. Suluk penutup
Pukul :
19.00 – 20.00 WIB
Gesinda
Pendukung Musik :
1. Aris
2. Asmui
3. Dana
4. Dkk
Suyono
Nur Khofifah
Suyono
II
IDER BUMI
1. Sambutan Kepala Desa
Pukul :
20.00 – 21.30 WIB
Kepala Desa
Diikuti tokoh masyarakat, staff desa, dan panitia
2. Pelepasan Pasukan Ider Bumi
DISPAR
3. Suluk Sholawat
Suyono
4. Ider Bumi
Muslih
5. Adzan
Sholeh
Titik tempat adzan :
1.Depan Balai Desa
2. Pojok Gapura Srikunta sebelah Utara
3.Pojok Gapura Pringgondani sebelah Selatan
4.Pertigaan Selatan Tanggul
5. Pertigaan Utara Tanggul
Atau penyesuaiannaya
NB : Rute kegiatan mengelilingi jalan krajan Desa Mangir melawan arah jarum jam seperti orang Thawaf, di bawah komando Birnas Hadi dan Linmas
b. Filosofi Ider Bumi
Ider Bumi terdiri dari kata “Ider” dan “Bumi”. Kata “Ider” ini berarti berkeliling ke beberapa tempat sedangkan “bumi” berarti jagat atau tempat berbijak. Berdasarkan dari rangkaian kata tersebut maka Ider Bumi dapat didefiinisikan sebagai kegiatan mengelilingi tempat berpijak atau bumi. Ider Bumi yang dilaksanakan di Desa Mangir ini sebagai ungkapan rasa syukur terhadap nikmat yang diberikan Tuhan YME serta menghindari bahaya atau malapetaka. Kegiatan Ider Bumi di Desa Mangir ini dilakukan sebagai salah satu peringatan HARJAMA (Hari Jadi Mangir) dengan tetap memunculkan ikon Desa Mangir yaitu Sabuk Mangir. Sabuk Mangir ini berperan sebagai pengikat rasa untuk kasih sayang atau tali asih yang bermakna lurus meliputi hubungan antara manusia dengan Tuhan YME yang dikenal dengan “Habluminallah” dan hubungan antar manusia yang dikenal sebagai “Hablumminannas”. Kegiatan Ider bumi di Desa Mangir juga dimeriahkan dengan adanya Oncor Sewu. Kegiatan Oncor Sewu ini memliliki beberapa filosofi yang bertumpu pada bagian-bagian oncor meliputi :
1. Bambu, merupakan salah satu tanaman yang hidupnya secara bergerombol mendefinisikan rasa persatuan
2. Sumbu, sebagai unsur penyulut rasa persatuan sehigga masyarakat semangat untuk berpartisipasi memajukan desa
3. Oncor yang berada pada lima titik mendefinisikan:
a. Agama adalah ruh berprilaku. 5 dasar adalah pilar yang menjadi pedoman hidup yang dikenal 5 Rukun Islam
b. Indonesia mengenal 5 Dasar Negara yaitu Pancasila yang menjadi pedoman menuju bermasyarakat adil Makmur
c. Filosofi Jawa mengenal istilah 4 sanak 5 badan (sedulur papat limo pancer). Memiliki pengertian penyelarasan antara jagat kecil manuasia dengan jagat besar (alam semesta). Saudara empat yang berada di jagad besar itu adala 4 kiblat yang berada di timur, selatan, barat, dan utara. Sedangkan saudara pancer yaitu tengah dimana manusia itu berada. Sunan Kalijaga mengajarkan, Empat saudara tersebut merupakan jenis nafsu manusia sedangkan yang kelima pancer adalah hati nurani.
BAB III
SIMPULAN
Berdasarkan Pedoman Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2020 Nomor B-492/M.Sesneg/Set/TU.00.04/07/2020 serta situasi COVID-19 ini, maka Panitia HUT RI ke-75 Desa Mangir menyusun Juknis perihal pelaksanaan kegiatan. Juknis ini dibuat agar seluruh partisipan mengetahui tentang kriteria lomba maupun tata cara pelaksanaannya. Juknis ini sangat berperan dalam mengarahkan masyarakat untuk lebih jelas mendeskripsikan perihal lomba maupun kegiatan yang telah disusun tanpa mengabaikan situasi COVID-19, sehingga perayaan HUT RI ke-75 tetap semarak tanpa mengurangi rasa nasionalisme masyarakat Desa Mangir. Rancangan bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan pada peringatan HUT RI ke-75 dan Harjama yaitu mengarah ke penggalian potensi Desa Seni berinovasi.
Rancangan bentuk kegiatan ini dibuat sebagai petunjuk pelaksanaan bagi seluruh masyarakat Mangir untuk bergerak aktif dalam Peringatan HUT RI ke 75 dan Harjama. Kegiatan ini juga sebagai gerakan awal desa untuk unjuk diri melalui potensi-potensi yang dimilikinya baik dari sumber daya alam maupun sumber daya manusianya yang menjadi indikator sebagai Desa Seni Berinovasi.

Contact Details

  Alamat :   JL. SRIKUNTA NO.15 MANGIR - ROGOJAMPI KP : 68264
  Email : kantordesamangir1@gmail.com
  Telp. : -
  Instagram : @pemudamangir
  Facebook : Mangir Seni
  Twitter : -


© 2021,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi